MISI MANUSIA KE MARS

Januari 1, 2008 by misim2

IMPIAN  DI  MARS

Manusia abad ke-21 ini masih mengimpikan adanya pendaratan manusia ke planet Mars. Planet merah ini telah menarik perhatian begitu banyak manusia, disamping adanya prospek yang sangat cerah untuk koloni manusia di masa depan. Manusia memang harus mendirikan peradaban baru di Mars sebagai tindakan antisipasi jika planet Bumi mengalami kehancuran total sehingga memusnahkan seluruh makhluk hidupnya. Selain itu pendaratan manusia ke Mars merupakan tantangan besar bagi para ilmuwan antariksa untuk menjelajah angkasa lebih jauh daripada sistem Bumi-Bulan. Sekali pendaratan itu sukses dilaksanakan dan dilanjutkan dengan pendaratan berikutnya, maka langkah selanjutnya adalah mendirikan basis permanent kehidupan di sana bahkan mengubah Mars menjadi planet mirip Bumi (terraforming). 

KONDISI MARS           

Mars juga merupakan planet bebatuan mirip seperti Bumi yang terbentuk di waktu yang hampir sama lebih dari 4,5 milyar tahun yang lalu. Pentingnya Mars untuk menunjang kehidupan manusia yang semakin besar populasinya juga dikarenakan lahan atau daratannya hampir sama dengan luas daratan di Bumi, walaupun luas permukaan Mars hanya ¼ dari luas permukaan Bumi, karena diameter Mars hanya separuh dari diameter Bumi. Mars juga memiliki gunung yang tertinggi di tata surya kita yaitu gunung Olympus (Olympus Mons), dan deretan tebing atau canyon terbesar di tata surya kita yaitu Valles Marineris.           

Sayang atamosfer Mars tidak layak huni karena sangat tipis dan mengandung banyak CO2, serta permukaannya sebagian besar berupa gurun dan suhu permukaan Mars terlalu rendah. Mars juga tidak memiliki magnet alami sehingga tidak mempunyai lapisan magnetosfer yang dapat mencegah hantaman partikel berbahaya dari matahari. 

MISI KE MARS           

Sudah banyak misi tak berawak yang diluncurkan untuk mempelajari planet merah ini. Lusinan pesawat angkasa baik untuk pengorbit (orbiter), pendarat (lander) dan penjelajah (rover) sudah diluncurkan ke Mars sejak tahun 1960-an. Mulai dari Uni Soviet (selanjutnya Rusia), Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Misi-misi ruang angkasa ini bertujuan mengumpulkan data tentang kondisi sekarang dan menjawab pertanyaan seputar sejarah Mars.           

Misi menguak Mars ini mengalami banyak kegagalan dan tentunya kehilangan dana yang cukup banyak pula. Hampir 2 dari 3 pesawat antariksa ke Mars gagal sebelum memenuhi target misinya. Tingginya tingkat kegagalan misi ke Mars dapat berasal dari masalahnya yang sangat kompleks dan begitu besarnya variable yang terlibat dalam perjalanan antar planet. Di kalangan ilmuwan planet pun lalu muncul lelucon keberadaan makhluk galaksi yang besar yang hidupnya dari memakan pesawat-pesawat antariksa di Mars. Gejala ini sering dikenal dengan sebutan kutukan Mars (Mars Curse). 

JENDELA PELUNCURAN            

Saat yang tepat untuk meluncurkan roket ke Mars tidaklah sembarangan, kecuali jika kita ingin menghabiskan banyak duit. Ada ilmunya agar peluncuran roket kita ke Mars dilakukan dengan biaya  yang sekecil mungkin. Hal ini biasanya berkaitan dengan energi yang digunakan roket. Energi minimum untuk jendela peluncuran terjadi setiap 2,135 tahun sekali atau 780 hari. Hal ini terjadi sebagai konsekuensi dari transfer orbit ala Hohmann untuk transfer antarplanet dengan energi minimum. Jendela peluncuran akan terjadi pada saat-saat berikut ini:

è Oktober 2007

è Desember 2009

è Februari 2012, dstnya.           

Untuk kepulangan kita ke Bumi setelah selesai jalan-jalan ke planet Mars juga harus mengikuti jendela peluncuran yang terjadi setiap 780 hari di Bumi. Kecuali jika kita mau menghabiskan uang untuk menambah energi lagi, maka hal itu dapat dilakukan dengan biaya yang sangat mahal.  

MISI KITA KE MARS?            

Sejauh ini belum ada tanda-tanda misi manusia ke Mars hingga satu dekade ke depan sejak artikel ini ditulis oleh penulis. Karena banyaknya kesulitan teknis dan besarnya biaya untuk mengirimkan manusia ke sana. Amerika serikat sendiri belum memiliki target final kapan peluncuran itu harus dilakukan. Sementara itu Rusia sebagai pesaing berat Amerika di ruang angkasa malah akan berambisi untuk melaksanakan misi manusia ke Mars di tahun 2020-2025 ke depan.           

Kita sebagai negara yang berkembang tapi mau maju belum memiliki kemampuan untuk menjelajah angkasa. Teknologi angkasa kita ketinggalan 60 tahun dari keadaan masa kini. Jangankan untuk memikirkan ruang angkasa hingga memikirkan bagaimana cara terbang ke Mars, untuk memikirkan makan dan minum sehari-hari saja masih susah. Betapa jauh nantinya ketertinggalan kita dibandingkan negara-negara maju. Negara-negara berkembang saja sudah mulai membuat misi balistik untuk pertahanan dan keamanan negaranya sendiri. Langkah strategis ini sebaiknya juga harus kita ambil, hingga saatnya kita juga harus bisa membuat sistem peluncur wahana hingga ke orbit Bumi. Tapi, kita tidak tahu kapan itu bakal dimulai….           

Paling tidak langkah untuk mendaratkan manusia ke Mars dapat meningkatkan superior suatu bangsa dan mencetak sejarah dalam peradaban manusia. Tidak ada lagi planet yang cukup potensial untuk didarati manusia selain Mars, karena mengingat planet bebatuan hanyalah dari Merkurius hingga Mars. Planet luar lainnya tidak dapat didarati karena seluruh permukaannya sebagian besar berupa lautan cairan. Planet Merkurius dan Venus terlalu panas untuk didarati manusia. Tetapi bulan-bulan di planet-planet lainnya memiliki kandidat terbaik sebagai tempat yang potensial untuk didarati dan dijadikan koloni manusia di masa depan.           

Mari kita buat club yang hobbi ruang angkasa hingga kalau perlu kita bisa menshare pengetahuan kita tentang ruang angkasa di internet. Siapa tahu nanti ada yang jago dalam teknik propulsi, komputasi, ruang angkasa dan lain-lain yang diperlukan sehingga kita bisa bereksperimen untuk meluncurkan roket dari negara kita sendiri. Semoga ada eksperimen rahasia yang bergerak dalam bidang ini, jika tidak kita masih akan mengalami ancaman dari negara tetangga kita, Australia yang memiliki rudal jelajah jarak menengah bahkan jauh di pulau Christmas. Semoga departemen pertahanan bisa membuka mata untuk hal yang satu ini.  

Desember 30, 2007 by misim2

m3a.jpg